Gagasan Besar Berawal Dari Obrolan, Sembari Minum Kopi :D

Mamat's posts with tag: seputar makanan

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag seputar makanan
Blog EntryKisah Mendapatkan Tempe yang Lebih Enak Apr 20, '06 9:30 PM
for everyone
Semalam selepas pulang dari masjid untuk menunaikan sholat maghrib saya berpapasan dengan teman satu kost yang akan pergi dengan motornya. "Mau kemana Jay ?" tanya saya pada Jaenudin yang masih mengenakan baju sholatnya. "Cari makan" jawabnya singkat. "Eh bawa uang berapa ?" tanya saya padanya. "Insya Allah ada lah" timpalnya yang sudah paham dengan maksud pertanyaan saya . Langsung saja saya meluncur naik ke atas boncengannya dan meninggalkan teman seperjalanan saya. "Eh Yo, sudah makan belum ?" teriak saya pada  teman perjalanan saya sebelum saya naik keboncengannya Jaenduin. "Oh sudah" jawabnya yang bagi saya sangat meragukan heehehee.

"Mau beli makan dimana nih ?" tanya saya pada Jae. "Di Toko sajalah yang murah" jawab Jae sambil tersenyum. Yup, toko adalah sebutan bagi kami dan teman-teman satu kost lainnya untuk sebuah warung makan yang juga menyediakan kebutuhan jajanan lain layaknya sebuah toko. Ketika kami sudah berada di depan "Toko" tadi dan melihat etalasenya hanya tinggal sedikit dan tidak terlihat adanya tempe disana kami memutuskan untuk cari ke tempat lain. Kami memang sedang ingin berhemat jadi kami mencari makanan dengan lauk tempe yang relatif lebih murah dibanding dengan lauk lainnya.

"Terus kemana nih ?" tanya saya ke Jae yang masih duduk di motornya. "Ke Sederhana saja yuk !" ajak Jae memilih alternatif. Tempat yang disebut Jae adalah sebuah warung makan yang berada di pinggir Jalan Tamsis. Saya dan teman-teman kadang makan malam di sana karena memang lumayan murah dan semuanya disajikan dalam kondisi yang masih hangat. Ketika hampir sampai tempat tujuan ternyata tempat yang biasa dijadikan warung Sederhana kosong yang berarti si Ibu tidak berjualan. Tahu warung Sederhana tidak berjualan, Jae terus melajukan motornya, "Ke Celeban saja Mat, ada warung yang murah disana" Jae mengusulakn satu tempat yang belum pernah saya ketahui. "Wah ini niatnya mau cari makan murah kok malah jadi boros bensin nih" menimpali usulan Jae untuk pergi ke warung yang dia usulkan sambil ketawa dan Jae hanya nyengir saja.

Tiba di tempat yang dituju kembali kondisi yang tidak diharapkan di awal terjadi lagi. Bukan karena tidak ada tempe ataupun si Ibu tidak berjualan tapi karena ternyata disana sudah banyak yang antri. Kami berdua sempet berdiskusi (walah) apakah mau menunggu atau mau cari alternatif lain. Akhirnya kami memutuskan untuk mencari tempat alternatif lain karena semakin lama warung yang ukurannya tidak lebih dari 2 x 3 meter itu sudah semakin dipenuhi antrian di luar.

Jae sempat mengusulkan untuk makan di angkringan dekat kampus UAD tapi tentu saja harus memutari jalan lagi yang berarti boros waktu dan juga bensin. Akhirnya ketika di perjalanan kami sepakat untuk membeli makanan di tempat yang dulu pernah jadi tempat kost saya. Saya bilang ke Jae kalau disana rame dan saya sangat penasaran tentang itu. Saya bilang ke Jae ada beberapa kemungkinan kenapa di warung itu rame. Pertama, mungkin karena murah, kedua karena enak atau ketiga karena murah dan enak.

Setelah sampai ke tempat yang dituju kami memilih bangku yang berada di luar dan dekat tempat disajikannya makanan. Sudah ada beberapa pelanggan yang datang dan juga sedang mengantri. Kami tetap memilih makan disana saja karena sudah sangat lapar dan juga sebenarnya tempat itu sudah dekat dengan kost kami. Lebih dekat daripada warung Sederhana sebenarnya. Setelah memesan 2 porsi nasi tempe dan 2 gelas es teh ( yang sudah tentu manis ) saya dan Jae sempat menganalisa kenapa tempat itu bisa ramai. Kesimpulan awal kami adalah mungkin karena banyaknya menu yang sudah siap saji (sekedar perbandingan, biasanya di warung-warung lesehan lain kami harus menunggu makanan yang kami pesan untuk dimasak terlebih dahulu dan juga menu pilihannya sedikit).

Waktu terus berjalan mendekati waktu Isya tapi makanan yang kami pesan belum juga datang. Karena saya berada persis di depan pelayan laki-laki yang sedang melayani pesanan dari para pelanggan yang datang saya jadi tahu ternyata tempe yang disajikan sudah habis dan sisanya masih sedang digoreng."Yah ini mah sama saja ngantri Mat" keluh Jae yang sangat saya sepakati karena ternyata warung ini semakin lama semakin ramai dikunjungi.

"Maaf ya mas menunggu lama" sapa pelayan perempuan yang membantu si pelayan laki-laki sambil tersenyum dan wajah meminta maaf. "Oh, tidak apa-apa Mba" jawab saya sambil agar nyengir. Akhirnya setelah beberapa menit kami menunggu pesanan kami telah datang. Saya sedikit kaget bercampur senang karena ternyata satu porsi nasi tempe itu berisi 3 buah irisan tempe goreng yang berwarna kuning (di warung lesehan biasanya kami cuma dapat 2 buah dan berwarna agak hitam). Ketika hal ini saya tanyakan ke Jae yang emang pintar masak dia bilang mungkin dimasak menggunakan bumbu kunir juga. Dan tahukah kalian bagaimana rasanya tempe itu ? uiihh... benar-benar beda, enak sekali apalagi ditambah sambal yang pedas-asin wuih...rasanya perjalanan yang kami tempuh tadi tidak sia-sia. Saya malah sempat berfikir mungkin Allah sedang ingin memberi tahu saya bahwa ada warung makan yang menjual makanan enak yang berada di dekat kami. Saya berkali-kali memasukkan sambal ke piring saya dan terus berkomentar soal enaknya sambal dan tempe yang kami makan.

Selesai makan kami cepat-cepat bayar karena adzan Isya sudah berkumandang dari tadi. Dan tahukah juga kalian berapa uang yang harus kami keluarkan untuk 2 porsi nasi-tempe yang sangat enak itu plus 2 gelas teh ? heheheh.... kami hanya diminta untuk membayar seharga Rp. 5.500 untuk semuanya. Diperjalanan pulang saya mengira-ngira berapa harga masing-masing nasi-tempe dan es teh. Hasil perkiraan saya adalah satu porsi nasi-tempe mungkin harganya sekitar Rp. 2.000 dan satu gelas es teh seharga Rp. 750. Ketika saya sampaikan perkiraan ini ke Jae dia bilang "Wah besok kesini lagi saja ah, sudah enak murah lagi" dari sini saya juga memperkirakan (seneng banget ya saya main perkiraan) mungkin Jae juga tidak menyesal telah berputar-putar berkeliling mencari tempat makan. Memang ya.... untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik harus dengan perjuangan dan pengorbanan .

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help